#1 — TADABBUR QURAN : HISAB TERHADAP ORANG YANG ZALIM

Hari pertama memberi peringatan kepada sesama manusia dari apa yang aku baca di Quran. 
Sungguh Allah maha adil. 

Pernah nggak kalian membuat manusia lain menangis sambil berdoa mengadu kepada Allah SWT?
Kalau pernah mungkin kalian perlu membaca ini dan bertaubat. 
Dan jikalau aku pernah membuat kezaliman yg tidak disengaja, mohon dimaafkan. 

Berbicara tentang kezaliman... 

Pada QS Ibrahim ayat 42 tertulis :
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍۢ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَـٰرُ ٤٢
Artinya : "Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak."

Allah maha adil bukan? 
Tidak ada kezaliman yang diabaikan karena semua diperhitungkan (Yaumul Hisab) 

Jika orang yang dizalimi belum mampu untuk memaafkan atau nanti mau meminta pertanggungjawaban di akhirat juga tidak ada larangan. 

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa jika seseorang menzalimi orang lain (menyakiti, mengambil hak, memfitnah, mengingkari janji, dll): Pahala orang yang zalim bisa diberikan kepada orang yang dizalimi dan jika pahalanya habis, dosa orang yang dizalimi bisa dipindahkan kepadanya. 

Orang yang dizalimi punya hak untuk:
menuntut keadilan, tidak memaafkan, membawa perkara itu ke akhirat.
Dan itu bukan dosa.
Namun memaafkan, kalau mampu, derajatnya lebih tinggi.
Allah maha baik, karena selalu ada keadilan dan tidak adanya paksaan. 

Kalau kalian merasa pengadilan dunia tidak adil. Memang. 
Pengadilan dunia bisa saja tidak adil. Ada kekuasaan, ada jabatan, ada aparat, ada kepentingan. Hukum bisa dibelokkan, suara bisa dibungkam, dan kebenaran bisa tertutup.
Namun di akhirat tidak demikian. Tidak ada polisi yang bisa disuap, tidak ada hakim yang bisa dipengaruhi. Di hadapan Allah, semua setara. Setiap kezaliman akan diperhitungkan dengan adil.

Pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menjerumuskan di suatu saat nanti ketika sudah berpulang. 
Karena sesungguhnya manusia yang rugi adalah manusia yang tidak pernah belajar dari kesalahan yang sama. 

Regards, 
Rizka S.H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG KEHILANGAN

REMEMBERING MY TRAUMA

BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM