REMEMBERING MY TRAUMA

Bismillah.

Hal ini hanya ku tulis demi ketenangan jiwa, raga, dan batin.

1. 2010 - Kecewa pertama adalah dengan ayah saya sendiri. Karenanya saya belajar untuk mengasihi orang terdekat saya bukan karena statusnya, tapi karena saya manusia. Untuk case nya apa. Biarkan orang terdekat saya yang tau dan Allah. Kamu yang bisa membaca ini, tidak usah cari tau dan menerka-nerka.

2. 2016 - Dikatain gak punya masa depan oleh orang yang sangat saya sayangi saat itu karena susah move on padahal saya baru pertama kali patah hati yang sebegitunya, bukankah wajar? Sampai saat ini saya masih membuktikan ke diri saya sendiri bahwa saya punya masa depan karena kata-kata itu selalu ada didalam otak saya.

Walaupun di 2020 kamu kembali untuk meminta maaf dan menyadari menurut saya kata-kata itu tidak pernah bisa ditarik dari pikiran saya. Saya bisa jadikan pembelajaran. Dia bilang "Kamu pasti lebih punya masa depan daripada saya, karena pendidikanmu udah jauh diatas saya". Setelah itu saya semangat. Saya maafkan kamu, karena kamu adalah orang yang belajar atas kesalahanmu dan tidak mengulanginya lagi ketika dikasih kesempatan kedua. Kamu jauh dari Allah, tapi cara pandangmu soal hidup seperti saya memandang hidup. Saya mau ucapkan terima kasih karena pas saya kelas 11 SMA kamu selalu care dan ngajak saya jajan ke kantin, asal kamu tau saya gak pernah lupa kebaikan kamu sedikit pun. Harapannya ketika kamu dipanggil semoga itu bisa jadi penolong dan amal jariyahmu ya. Saya tidak pernah menyesal kenal kamu atau dibilang mirip kamu. Karena saya rasa karena kamu saya jadi belajar untuk tidak terlalu berharap kepada manusia yang terlalu lagi seperti saat sama dirimu. I never too attached to anything. Kayanya terakhir lama move on dari kamu, hampir 2 tahun. Setelah itu nggak pernah sesakit kayak sama kamu. 

Btw aku menulis ini 24 Februari 2026, happy birthday yang ke-27 dan bahagia selalu dengan hidupmu. Ikhlasin ayah yang udah disurga dan jangan pernah lupa doain beliau yang tahun ini berpulang 21 tahun yang lalu. Semoga ketika kamu dipanggil sama Allah, kamu sudah berada dijalan yang benar dan semestinya. 

Saya appreciate sekali kamu mau mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan. Saya tidak pernah menyesal menerimamu jadi pacar pertama saya kala itu, karena saya bukan orang jahat yang tidak mengapresiasi usaha orang lain yang mati-matian menyatakan cinta dikelas saya dan didepan orang banyak. Terima kasih ya. Asal kamu tau memori sama kamu tidak ada yang pernah saya lupa. Saya hanya menyimpannya di otak dan hati saya sendiri untuk saya ingat saya pernah diperlakukan se-spesial itu oleh laki-laki dan pernah disakiti sebegitunya. Hope you're always happy with your life.

3. 2025 - Dikatain "gundik" oleh anak berumur 19 tahun pada saat itu, kamu tahu apa arti gundik? Menurut KBBI artinya yaitu perempuan yang menjadi istri tidak resmi, selir, atau perempuan simpanan. Sangat tidak etis ya hal tersebut keluar dari mulut seorang calon perawat yang harusnya menjaga mental orang lain. Tidak terbayang bagaimana dia memperlakukan pasiennya nanti. Padahal status dia hanya "pacar" sahabat saya, bukan istrinya. Selama janur kuning belum melengkung, menurut saya kamu tidak punya hak untuk menghakimi saya. Memangnya kamu siapa? Tuhan? atau Manusia yang bersikap layaknya Tuhan?  Saya harap manusia itu masih punya nurani, saya tidak tahu masa depannya akan seperti apa bisa mengeluarkan lisan yang sejahat itu kepada orang lain. Dan untuk teman-teman yang kamu ajak untuk membenci saya dan stalking saya. Tolong ya kalau benci gak usah ngajak-ngajak orang. Kamu ngatain saya kan kenapa bisa bilang kamu perempuan tidak baik? Bukannya dari situ semesta udh menunjukkan sifatmu ya, tidak ada lho yang lebih hina daripada manusia yang ngajak-ngajak membenci orang lain. Saya mah hanya ngasih peringatan ke sahabat saya kalau kamu bukan orang baik, bukan ngajak sahabat saya benci kamu. Buktinya dia masih sama kamu kan sampai saya nulis ini? Hehe. Memang dia tidak punya empati ke saya sih masih bertahan sama orang yang udah jahatin saya, pasti ibunya kecewa sih karena ada hal yang saya bicarakan dengan ibunya yang dia dan apalagi kamu GAK AKAN PERNAH TAU. 

Kalau saya melakukan kesalahan kepada anda saya minta maaf, tapi lisan anda sudah cukup jahat. Bukan 1x saja anda ngatain saya padahal saya diam dan cuma 1x berbuat salah, masih ada semua tangkapan layar yang saya simpan tapi yang paling membekas di diri saya itu. Saya tidak merasa. Dan paling tidak etisnya lagi adalah ngatainnya di bio instagram. Gak ada cara lain kah? Kalau mau ngatain saya depan muka saya langsung aja sini. Catat ini, saya tuntut kamu diakhirat ya. Semoga kamu masih bisa diberkahi nafasnya dan menjalani hidupmu dengan kata-kata yang menyakitkan untuk saya.

4. 2025 - Saya bela-belain datang ke kota di Jawa Tengah untuk memperbaiki keadaan. Saat itu skoliosis saya sedang sakit-sakitnya. Saya datang ingin memperbaiki hubungan saya dengan orang yang saya sayang. Nyatanya? Perlakuan tidak menyenangkan yang saya dapat. Motor mogok saya menunggu 3 jam di hari Jumat dan tidak ada sambutan. Yang ada saya malah membaca chat dari perempuan yang mengatai saya di nomor 2, begini katanya "Ngapain sih dia kesini lagi?"... Dalam hati saya "Heh, kota ini bukan punya nenek moyang anda ya". Sejak saat itu saya benci kota ini. Pantas saja adiknya orang yang saya sayangi sampai putus sekolah karena dibully, lambene orang sana kaya orang gak sekolah. Sayang tempat seindah itu yang ada Gunung Slamet di isi oleh orang-orang yang mulutnya kotor gak bisa difilter kayak air keran yang keruh. Saya gak mau banget anak saya tinggal disana nanti, saya gak mau anak saya jadi pembully atau orang yang dibully. Oh ya, ibunya orang yang saya cintai malah senang dan sayang sama saya bahkan nyuruh saya lebaran dirumahnya. Mohon maaf untuk restu saya 1-anda 0. Bayangkan ibunya disurga sana melihat anaknya punya pasangan seperti anda. Saya kira ibunya akan sangat sedih karena dia adalah anak laki-laki yang disayangi ibunya. Sampai akhir hayat ibu, dia yang jaga. Miris ya? Sampai sekarang laki-laki yang saya cintai masih memilih bersama perempuan itu dengan dalih ibunya pernah bilang jangan dekat dengan pacar orang. Hey itu kapan? sebelum 2023. Sebelum ibu kamu nitipin kamu ke saya, sebelum ibu kamu ngasih amanah ke saya. Coba pikirin pake otak kamulah jangan pake ego kamu. Ibu kamu sedih pasti lihat anaknya nirempati ke orang yang care dan tulus sama dia dan lebih memilih perempuan yang tidak bisa menjaga lisannya. 

Selain itu, ketika laki-laki ini datang ke Jakarta. Kamu tau? Saya bela-belain dalam 3 hari bolak balik Depok-Jakbar pagi-pagi untuk memperbaiki keadaan. Tapi apa? untuk kedua kalinya untukmu gak berarti apa-apa. Usahaku dan niatku tidak ada harganya dimatamu. Yang ada hanyalah perdebatan. Untuk 3 hari itu energiku terkuras jiwa raga kamu tau gak? Sampai dititik kamu bilang kamu mencintai perempuan itu dan dia lebih butuh kamu. Agaknya emang kamu udah gak waras. Apa yang membuat kamu seperti itu? Kamu kecewa sama Tuhan karena semua orang yang kamu sayang cepat diambilnya jadi kamu mati rasa gak bisa nangis lagi? 

Orang yang 5 tahun bareng kamu dan baik sama kamu selalu ada saat kamu senang,sedih, dan susah bahkan ketika ibumu gaada dia bela-belain korbanin dirinya buat nemenin kamu ngobrol disaat kalut malah kamu sakiti mati-matian. Kalau aku berniat jahat sama kamu, buat apa aku bilang soal ikhlasin ibu kemarin. Mending aku diam dan mungkin bisa jadi sampai hari ini kamu masih di RS dan tidak dapat jawaban apapun. Alhamdulillah, Allah menganugerahkan aku untuk jadi pengingat orang-orang yang aku sayang dan orang terdekatku yang tidak dimiliki orang lain... Dan aku bertanggung jawab atas amanah yang dititipkan tersebut.

Ketika aku offline beberapa hari lalu kamu bilang, "Ini bukan kamu yang offnya lama, aku kehilangan. Jangan tiba-tiba kaya gitu membahayakan negara ini, kamu bilang." Aku mau tanya membahayakan negara ini apa hatimu? Kalau hatimu, tolong ketuk hatimu itu sebelum aku benar-benar pergi jauh dan datang ke aku ketika kamu benar-benar insyaf sehingga aku tidak sia-sia memberi kesempatan ketiga untukmu. Buat pilihan: Pilih aku dan ibu, tinggalin perempuan itu (terserah kamu maunya aku jadi sahabat dan teman diskusimu atau kamu mau memperjuangkanku) atau tetap dengan perempuan itu beserta konsekuensi yang harus kamu tanggung dikemudian hari, silahkan saja tapi aku pergi dan gak akan pernah kembali lagi. 

Asal kamu tau, kakak perempuanmu berpesan tidak mau aku putus silaturahmi denganmu, tapi jika kamu masih dengan perempuan itu berarti kamu yang memilih untuk putus silaturahmi denganku secara tidak langsung. Dan mengecewakan keluargamu, karena asal kamu tau mereka sangat menyayangiku terutama almarhumah ibu dan kakak-kakak perempuanmu makanya mereka semua nitipi kamu ke aku. Dan kamu akan membuat mereka semua kecewa. Sama seperti kamu yang belum lulus hingga hari ini dan memikirkan egomu serta tidak memikirkan sekitarmu. Kamu mau tau? Aku kasihan sama kamu, kenapa kamu bisa sekeras itu dan tidak mempedulikan sekitarmu untuk egomu sendiri. Allah mungkin kasihan juga melihatmu, kenapa kamu bisa sebegitunya menyakiti perasaan orang sekitarmu demi orang yang gak tau kedepannya akan seperti apa.

Gila ya. Mungkin kehilanganku akan membuatmu sadar, pikirku. Tapi ternyata setelah 6 bulan aku puasa ngomong dan aku kasih kesempatan kedua ternyata masih sama. Kamu masih sama perempuan itu. Nurani kamu dimana? Gila banget ternyata selama ini aku benar-benar berbicara dengan manusia nirempati dan mati rasa sama kesakitan orang lain. Kalaupun kamu minta ampunan ke Allah menurut saya percuma, karena orang yang kamu sakiti sampai saat ini belum mampu memaafkan perlakuanmu dan perempuan itu.

Saya harap kalian mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT atas perlakuan kalian sendiri.

Dan masih sama, tetap setiap harinya saya selalu melontarkan doa sapu jagat supaya kalian tidak berjodoh. Karena saya menepati amanah ibu untuk tetap menjagamu dari doaku. Bayangkan sesedih apa ibu punya menantu yang gak bisa jaga lisannya. Cucunya gimana nanti kalau ibunya seperti itu lisannya sedangkan lisan adalah cerminan hati, padahal madrasah pertama anak adalah ibunya.

Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG KEHILANGAN

BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM