TALKING ABOUT "WHAT'S NEXT?" WITH MY MOM

Miriskah ketika kita menentukan suatu pilihan harus atas dasar pilihan orang tua.

Tapi hari ini, I have a deep talk with my mom. Ingatin beliau soal ibadah yang beliau tinggal. Datang ke Allah jangan pas susah saja. Awalnya nadanya agak besar. Lama-lama aku nasehati dia diam. Menurutku tidak ada salahnya menasehati orang tua karena mereka juga manusia biasa. Bukan Tuhan.

Setelah itu bahas soal jodoh, aku bertanya kepada mama... "Mama,tolong ya dikemudian hari untuk jodoh siapapun pilihanku mama jangan protes" and she said yes karena gak mau diungkit lagi seumur hidup sama anaknya yang satu ini karena dia sadar karena telah mengekang anaknya. Dia sendiri yang kesusahan sekarang. Harusnya anaknya sudah lulus sarjana di 2022 tapi karena ke egoisannya yg ingin anaknya melanjutkan usahanya jadi menyusahkan dia.

Dan sepertinya untuk saat ini saya akan menyimpan keinginan bahwa saya tidak ingin menikah. Karena saya jujur sudah capek dengan manusia. Mungkin akan saya bicarakan nanti kalau semisal saya sudah punya finansial tetap dan saya beli rumah sendiri sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan mendengar orang tua yang ingin anaknya nikah dan nimang cucu 😅

Kalaupun boleh meminta jodoh yang lebih baik. Saya ingin sekali. Namun saya terikat janji, jadi lebih baik saya tidak menikah untuk sekarang ini. Selagi saya tidak menyakiti siapapun dan merugikan siapapun. Saya selalu siap untuk sendiri dan hanya berdua dengan Allah. Karena lagi-lagi saya sudah takut jatuh cinta kepada selain Allah 😅🙏🏼

Dan saya sangat takut menyakiti hati orang lain jika saya menentukan pilihan untuk menikah.
Ya Allah, hidupkan aku jika hidup lebih baik untukku saat ini. Wafatkan aku jika memang wafat yang terbaik untukku. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG KEHILANGAN

REMEMBERING MY TRAUMA

BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM